Posts

Buku Di Bawah Bendera Revolusi (NASIONALISME, ISLAMISME DAN MARXISME)

Image
NASIONALISME, ISLAMISME DAN MARXISME 1.                   Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme [1] Sebagai Aria Bima-putera, yang lahirnya dalam zaman perjoangan, maka INDONESIA-MUDA inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat-rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib-ekonominya, tak senang dengan nasib-politiknya, tak senang den Zaman “senang dengan apa adanya”, sudahlah lalu. Zaman baru: zaman muda, sudahlah datang sebagai fajar yang terang cuaca. gan segala nasib yang lain-lainnya. Zaman teori kaum kuno, yang mengatakan, bahwa “siapa yang ada di bawah, harus terima-senang, yang ia anggap cukup-harga duduk dalam perbendaharaan riwayat, yang barang kemas-kemasnya berguna untuk memelihara siapa yang lagi berdiri dalam hidup”, kini sudahlah tak men­dapat penganggapan lagi oleh rakyat-rakyat Asia itu. Pun makin lama ...

KUMPULAN 71 KATA BIJAK/ KATA MUTIARA BUNG KARNO

Image
Kata Bijak /Kata Mutiara Soekarno  adalah sebuah ungkapan mutiara dari seorang Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang memiliki jasa-jasa hebat selama hidupnya demi mengabdi untuk negara kita tercinta, Indonesia. Pria kharismatik kelahiran 6 Juni 1901 ini merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia yang sangat nasionalis dan berkarakter tegas. Beliau juga seorang yang telah menciptakan ideologi “Marhaenisme”. Sebagai bangsa yang besar, kita pada masa kini sangat haus jiwa pemimpin seperti beliau. Semoga kumpulan kata bijak dari Bung Karno dibawah ini yang dirangkum menjadi 71 kata bijak dapat menginspirasi kita semua, untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  71 KATA BIJAK/ KATA MUTIARA BUNG KARNO 1.         “Hanya Bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri,Akan dapat berdiri dengan tegaknya”. 2.         ”Siapa ingin memiliki Mutiara harus ulet me...

“Bung Karno" Nilai-nilai moral dan keteladanan

Image
       I.             Sekilas mengenai Bung Karno Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama  Kusno Sosrodihardjo  oleh orangtuanya.Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama “Karna” menjadi “Karno” karena dalam bahasa Jawa huruf “a” berubah menjadi “o” sedangkan awalan “su” memiliki arti “baik”.  Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno. Di beberapa neg...